KPPAD Kalbar Jadi Narasumber Sosialisasi Perlindungan Anak di SMP Negeri 2 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya

Kubu Raya, 15 Februari 2025 — Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kalimantan Barat menjadi narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Perlindungan Anak terkait Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan yang diselenggarakan di SMP Negeri 2 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kolaborasi lintas lembaga antara KPPAD Kalbar, Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Kalbar, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalbar, dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kalbar, dengan tujuan memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, ramah, dan bebas dari kekerasan.

Dalam kegiatan tersebut, Komisioner KPPAD Kalbar memaparkan pentingnya sistem perlindungan anak berbasis sekolah yang berorientasi pada pencegahan kekerasan sejak dini, baik fisik, psikis, maupun kekerasan seksual.

“Sekolah harus menjadi tempat yang melindungi setiap anak dari kekerasan dalam bentuk apa pun. Guru, orang tua, dan seluruh elemen pendidikan perlu bersinergi untuk memastikan anak tumbuh dalam lingkungan yang aman dan mendukung,” ujar Komisioner KPPAD Kalbar.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi interaktif antara peserta dan para narasumber mengenai tantangan serta strategi penanganan kasus kekerasan yang mungkin terjadi di lingkungan sekolah.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, KPPAD Kalbar bersama mitra lintas sektor menegaskan komitmen untuk terus memperkuat edukasi dan advokasi perlindungan anak di Kalimantan Barat, khususnya di satuan pendidikan, agar hak anak untuk mendapatkan pendidikan yang aman, bermartabat, dan bebas kekerasan dapat terjamin sepenuhnya.

Komisioner KPPAD Kalbar Jadi Narasumber di RRI Pontianak: “Pencegahan Kekerasan pada Anak di Lingkungan Sekolah

Komisioner KPPAD Kalbar Jadi Narasumber di RRI Pontianak: “Pencegahan Kekerasan pada Anak di Lingkungan Sekolah”

Pontianak, 3 Februari 2025 — Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kalimantan Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat upaya perlindungan anak dengan menjadi narasumber dalam Program Jelita (Jejak Perempuan di Kalbar) di RRI Pontianak.

Dalam kesempatan tersebut, Komisioner KPPAD Kalbar hadir sebagai narasumber dengan membawakan tema “Pencegahan Kekerasan pada Anak di Lingkungan Sekolah”. Dialog ini membahas berbagai bentuk kekerasan yang kerap terjadi di lingkungan pendidikan, mulai dari kekerasan fisik, psikis, verbal, hingga kekerasan berbasis daring (cyber bullying), serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh pihak sekolah, guru, dan orang tua.

Dalam dialog interaktif yang disiarkan secara langsung, Komisioner KPPAD Kalbar menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan sekolah yang aman dan ramah anak.

“Pencegahan kekerasan pada anak di sekolah harus dimulai dari kesadaran semua pihak bahwa setiap anak berhak untuk merasa aman, dihormati, dan dilindungi dari segala bentuk kekerasan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, KPPAD Kalbar berharap masyarakat semakin memahami pentingnya peran bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan bebas kekerasan, serta memperkuat fungsi sekolah sebagai ruang tumbuh kembang anak yang positif dan berkarakter.

KPPAD Kalbar Gelar Sosialisasi Perlindungan Anak “Anti Kekerasan di Lingkungan Sekolah” di SMA Gembala Baik Pontianak

Pontianak, 17 Januari 2025 — Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kalimantan Barat melaksanakan kegiatan Sosialisasi Perlindungan Anak dengan tema “Anti Kekerasan di Lingkungan Sekolah” yang bertempat di SMA Gembala Baik Pontianak.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya KPPAD Kalbar dalam meningkatkan kesadaran dan peran aktif seluruh warga sekolah untuk mencegah berbagai bentuk kekerasan terhadap anak, baik fisik, psikis, maupun kekerasan berbasis siber (cyber bullying).

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, peserta yang terdiri dari guru, siswa, dan perwakilan komite sekolah mendapatkan materi mengenai hak-hak anak, pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan, serta mekanisme pelaporan bila terjadi kekerasan terhadap anak.

Ketua KPPAD Kalbar dalam sambutannya menyampaikan bahwa lingkungan sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak.

“Sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak. Karena itu, setiap warga sekolah harus turut berperan aktif menciptakan lingkungan belajar yang bebas dari kekerasan dan diskriminasi,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, KPPAD Kalbar berharap agar seluruh sekolah di Kalimantan Barat, khususnya di Pontianak, dapat menjadi pelopor penerapan budaya anti kekerasan serta memperkuat sistem perlindungan anak berbasis sekolah.