Pontianak, 10 Maret 2025 — Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kalimantan Barat kembali hadir sebagai narasumber dalam Program JELITA (Jejak Perempuan di Kalbar) yang disiarkan melalui RRI Pro 1 Pontianak.
Program ini menjadi salah satu ruang dialog publik yang membahas berbagai isu aktual seputar perlindungan perempuan dan anak, serta upaya menciptakan lingkungan sosial yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan.
Dalam kesempatan tersebut, Komisioner KPPAD Kalbar menyampaikan pentingnya sinergi antara lembaga, keluarga, dan masyarakat dalam melindungi anak dari berbagai bentuk kekerasan, baik fisik, psikis, seksual, maupun kekerasan berbasis siber.
“Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Kesadaran masyarakat untuk melapor dan bertindak ketika melihat kekerasan merupakan langkah awal dalam menghentikan rantai kekerasan terhadap anak,” ujar Komisioner KPPAD Kalbar.
Melalui dialog yang interaktif, KPPAD Kalbar juga memberikan edukasi mengenai mekanisme pelaporan kasus kekerasan terhadap anak, serta menjelaskan langkah-langkah pendampingan dan pemulihan yang dilakukan oleh KPPAD bagi anak korban di Kalimantan Barat.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya KPPAD Kalbar untuk memperluas edukasi publik melalui media massa, sekaligus mengajak masyarakat berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan yang aman, ramah, dan berpihak pada kepentingan terbaik anak.
