KPPAD Kalbar Lanjutkan Koordinasi Kasus Hak Pendidikan Anak di Sekolah

Pontianak, 21 Maret 2025 — Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kalimantan Barat kembali melakukan koordinasi di sekolah terkait pemenuhan hak pendidikan anak, sebagai tindak lanjut atas laporan kasus anak yang menghadapi hambatan dalam melanjutkan proses belajar akibat permasalahan keluarga.

Dalam kegiatan tersebut, tim KPPAD Kalbar berdialog langsung dengan pihak sekolah, wali kelas, dan orang tua siswa untuk menggali informasi serta mencari solusi terbaik yang berpihak pada kepentingan anak. Koordinasi ini bertujuan memastikan agar anak dapat tetap bersekolah dengan aman, nyaman, dan tanpa tekanan, baik dari lingkungan keluarga maupun sosial.

“KPPAD hadir untuk memastikan bahwa hak anak atas pendidikan tidak boleh terabaikan dalam situasi apa pun. Sekolah perlu menjadi ruang perlindungan dan dukungan bagi anak untuk terus berkembang,” ujar perwakilan KPPAD Kalbar.

Melalui kegiatan koordinasi ini, KPPAD Kalbar juga mendorong pihak sekolah agar menerapkan prinsip pendidikan inklusif dan ramah anak, serta memperkuat komunikasi dengan orang tua dalam menyelesaikan permasalahan yang berdampak pada psikologis maupun keberlanjutan pendidikan anak.

KPPAD Kalbar berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kasus tersebut, serta memastikan adanya langkah-langkah tindak lanjut konkret dari pihak sekolah dan instansi terkait agar hak anak dalam memperoleh pendidikan tetap terpenuhi secara berkelanjutan.

KPPAD Kalbar Lakukan Koordinasi Kasus Hak Pendidikan Anak

Pontianak, 14 Maret 2025 — Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kalimantan Barat melaksanakan koordinasi langsung di salah satu sekolah di Kota Pontianak terkait kasus pemenuhan hak pendidikan anak yang mengalami hambatan akibat permasalahan keluarga dan lingkungan sosialnya.

Kegiatan koordinasi ini dilakukan sebagai bentuk respon cepat KPPAD Kalbar terhadap laporan masyarakat mengenai anak yang terancam kehilangan haknya untuk bersekolah. Dalam pelaksanaannya, KPPAD Kalbar berdialog dengan pihak kepala sekolah, guru, dan wali murid guna mencari solusi terbaik agar anak dapat kembali melanjutkan pendidikan tanpa diskriminasi dan tekanan psikologis.

“Kami memastikan setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan. Permasalahan keluarga tidak boleh menjadi penghalang bagi anak untuk tumbuh, belajar, dan mengembangkan potensinya,” ujar perwakilan KPPAD Kalbar.

Melalui kegiatan koordinasi di lapangan ini, KPPAD Kalbar juga memberikan pemahaman kepada pihak sekolah tentang pentingnya penerapan pendidikan ramah anak dan membangun mekanisme komunikasi yang terbuka antara sekolah, orang tua, serta lembaga perlindungan anak.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen KPPAD Kalbar untuk terus mengawasi, mendampingi, dan memastikan hak pendidikan anak di Kalimantan Barat terpenuhi secara optimal, sesuai dengan prinsip kepentingan terbaik bagi anak.

KPPAD Kalbar Jadi Narasumber Program JELITA RRI Pro 1 Pontianak

Pontianak, 10 Maret 2025 — Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kalimantan Barat kembali hadir sebagai narasumber dalam Program JELITA (Jejak Perempuan di Kalbar) yang disiarkan melalui RRI Pro 1 Pontianak.

Program ini menjadi salah satu ruang dialog publik yang membahas berbagai isu aktual seputar perlindungan perempuan dan anak, serta upaya menciptakan lingkungan sosial yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan.

Dalam kesempatan tersebut, Komisioner KPPAD Kalbar menyampaikan pentingnya sinergi antara lembaga, keluarga, dan masyarakat dalam melindungi anak dari berbagai bentuk kekerasan, baik fisik, psikis, seksual, maupun kekerasan berbasis siber.

“Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Kesadaran masyarakat untuk melapor dan bertindak ketika melihat kekerasan merupakan langkah awal dalam menghentikan rantai kekerasan terhadap anak,” ujar Komisioner KPPAD Kalbar.

Melalui dialog yang interaktif, KPPAD Kalbar juga memberikan edukasi mengenai mekanisme pelaporan kasus kekerasan terhadap anak, serta menjelaskan langkah-langkah pendampingan dan pemulihan yang dilakukan oleh KPPAD bagi anak korban di Kalimantan Barat.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya KPPAD Kalbar untuk memperluas edukasi publik melalui media massa, sekaligus mengajak masyarakat berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan yang aman, ramah, dan berpihak pada kepentingan terbaik anak.